Kisah Isra' Mi'roj Nabi Muhammad SAW - Materi PAI dan Budi Pekerti (PAdBP) kelas 3 Semester 1

 A. Kisah Keteladanan Nabi Muhammad saw.

1. Kisah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw.

Oleh : Nugroho Dwi Saputro. S.Pd.I

Pada suatu malam, Rasulullah didatangi oleh malaikat Jibril. Malaikat Jibril datang untuk membelah dada nabi muhammad guna membersihkan hati beliau.  Hal itu dilakukan karena Rasulullah akan dibawa Malaikat Jibril dalam suatu perjalanan Isra' Mi'raj.

Isra' adalah : perjalanan nabi muhammad dari masjidil haram menuju masjidil aqso menggunakan kuda buroq. 

mi'raj adalah perjalanan nabi muhammad dari masjidil aqso (masjid di palestina) menuju sidratul muntaha (langit tingkat 7). 

Dalam perjalanan Isra' nabi Muhammad saw. dipertemukan oleh Allah dengan berbagai peristiwa. 

  • Rasulullah pertama singgah di Madinah, dan diperintahkan oleh malaikat Jibril untuk salat dua raka'at. 


  • Kemudian Rasulullah singgah di Negeri Madyan, tempat umat nabi Musa a.s. di utus oleh Allah, untuk menyampaikan kebenaran kepada Fir'aun. Beliau pun diperintah oleh malaikat Jibril untuk salat di tempat persinggahannya itu.
  • Dalam perjalanan selanjutnya nabi Muhammad saw. turun di Thur Sina', tempat nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Allah Swt. lalu beliau juga mengerjakan salat disana. 
Bukit Thur Sina': wikipedia

  • Kemudian tampak oleh beliau istana-istana Syam, beliau lalu turun dan singgah di Bait Lahm (Betlehem, di Baitul Maqdis) tempat dilahirkannya nabi Isa a.s. Beliau pun melaksanakan salat di sana.
  • Ditengah melanjutkan perjalanan, Rasulullah melihat jin Ifrit, mengejar beliau dengan semburan api, lalu malaikat Jibril mengajarkan kepada beliau dengan beberapa doa agar terhindar dari gangguan jin Ifrit. 
  • Lalu perjalanan dilanjutkan kembali, beliau bertemu dengan suatu kaum yang sedang menanam benih hari itu dan langsung tumbuh besar dan dipanen pada hari itu juga, setiap kali dipanen maka hari itu juga langsung kembali seperti awalnya, begitu seterusnya. Mereka inilah para Mujahid fii sabilillah (orang yang berjuang dijalan Allah).

  • Kemudian, beberapa saat beliau mencium bau wangi semerbak, yaitu wanginya Masyithoh, wanita penyisir rambut anak-anak Fir'aun. Seorang wanita yang menjaga imannya meski sampai disiksa Fir'aun dengan memasukkan dirinya ke dalam bejana yang berisi minyak yang mendidih. 
  • Di tengah perjalanan, beliau juga bertemu dengan kaum yang menghantamkan batu yang besar ke kepalanya sendiri, sampai hancur. Setiap kali kepalanya hancur, maka kembali lagi seperti semua dan begitu seterusnya. Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah manusia yang merasa berat untuk melaksanakan kewajiban salat


  • Kemudian beliau bertemu sekelompok kaum, dihadapan mereka ada daging yang baik yang sudah masak, sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk, tapi ternyata mereka lebih memilih untuk menyantap daging yang mentah dan busuk itu. Lantas Jibril menjelaskan bahwa mereka itu adalah para suami atau istri yang sudah menikah, namun mereka berzina dengan selain suami dan istrinya.

  • Lalu beliau bertemu dengan seorang wanita yang mengenakan begitu banyak perhiasan di tubuhnya. Mereka itulah dunia, yang ibarat hiasan, namun sesungguhnya hanya sementara. 

Setelah selesai melakukan perjalanan, beliau ditawari dua bejana berisi air susu dan khamr, Rasulullah memilih minum air susu, yang itu berani Rasulullah dan umat Islam memilih jalan fitrah atau kesucian.



Setelah melakukan Isra' dari Masjidil Haram di Makkah sampai ke Masjid Al Aqsha di Baitul Maqdis, Palestina, perjalanan terakhir beliau melakukan Mi'raj, yakni menembus langit menuju Shidratul Mumtaha, tempat Al-Arsyi, singgasana Allah untuk menerima perintah salat lima waktu. Inilah keistimewaan ibadah salat. 


Jika perintah-perintah ibadah selain salat diberikan kepada nabi Muhammad saw. melalui perantara malaikat Jibril, bukan halnya perintah salat, perintah ibadah şalat diberikan langsung oleh Allah Swt..

Ini menunjukkan bahwa ibadah salat memiliki hikmah yang agung. Dari kisah Isra' Mi'raj nabi Muhammad saw. terdapat pelajaran yang dapat kita petik yaitu sebagai berikut.

a. Rasulullah memiliki sifat percaya diri. Beliau percaya dan yakin bahwa selama mengikuti perintah Allah, pasti Allah akan menuntun dan memberi pertolongan kepada beliau, maka dari itu beliau selalu percaya diri.

b. Perintah agar umat Islam menjaga salat. Salat merupakan tiang agama. Artinya, siapa yang menegakkan salat, maka bangunan agama Islam akan kuat. Namun sebaliknya jika kaum muslimin meninggalkan salat, maka bangunan Islam pasti akan runtuh.

Sekian terimakasih... 

Simak Video Pembelajarannya :

Belum ada Komentar untuk "Kisah Isra' Mi'roj Nabi Muhammad SAW - Materi PAI dan Budi Pekerti (PAdBP) kelas 3 Semester 1"

Posting Komentar

Trimakasih sudah membaca artikel kami, silahkan tinggalkan komentar jika ada keluhan mengenai link yang mati atau artikel rusak silahkan laporkan kepada kami ya !!!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel