IKUT UPACARA HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2017, HILDA FIRDAUS HEMBUSKAN NAFAS TERAKHIR

Wonogiri, Jimbar - berduka. Karena, salah satu sisiwinya yang bernama Hilda Firdaus (14) Kelas VIII SMP Muhamadiyah PK, meninggal dunia sesaat setelah pingsan mengikuti upacara hari Pahlawan yang berlangsung di lapangan sepakbola Pracimantoro, Wonogiri, Jumat (10/11). 
Instagram : Hilda Firdaus

Siswi tersebut merupakan Alumni Dari SDIT Nurul Huda Pracimantoro yang kini sudah duduk di bangku SMP kelas 2/ 8. tak disangka - sangka Umur masih belia dan masih menginjak dewasa malah pergi meninggalkan orang tuanya. kematian bisa datang secara tiba tiba tanpa terduga.
Allah Ta’ala berfirman,


وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al A’raf: 34)

Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora melalui Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Haryanto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dijelaskan, pada hari Jumat Tanggal 10 Nopember 2017 pukul 08.30, korban mengikuti upacara Hari Pahlawan di Lapangan Sepak Bola Pracimantoro.

Kronologis Sebelum Hilda Firdaus meninggal.

berikut penuturan dari salah seorang Guru Hilda Firdaus yang kami konfirmasi sebab sebab meninggalnya Hilda Firdaus. 

‘’Saat upacara Belum dimulai tiba-tiba korban mengeluh jika kepalanya sakit seperti akan pecah. padahal tak biasanya Hilda itu mengalami seperti ini ketika akan upacara dan belom pernah mengalami seperti ini.  "Tutur Ustadz Guru Hilda" Mendapat keluhan seperti itu Guru Pendamping menyuruh korban untuk beristirahat, tetapi saat istirahat tiba-tiba denyut nadi korban melemah. Mengetahui hal itu korban dimasukan ambulance untuk dibawa ke Rawat Inap Puskesmas Tubokarto. Saat di perjalanan korban sempat tidak benafas dan akhirnya dibantu dengan alat pacu. Sesampai di Rawat Inap Korban sudah dinyatakan Meninggal Dunia oleh dokter yang menangani tersebut,’’ kata Haryanto sembari menambahkan, menurut dokter medis korban mengalami pendarahan di otak yang mengakibatkan pembuluh darah pecah.. Inna Lillahi Wainna Ilaih Roji'un. 

Jenazah anak pertama pasangan Suyono dan Suprianti warga Dusun Josari Desa Jimbar Kecamatan Pracimantoro, tersebut kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. jenazah sampai di desa Jimbar pada jam sekitar 9-10 siang. yang kemudian dimandikan oleh keluarganya, dan pemakamannya sekitar jam 14:00 siang. banyak yang melayat terutama keluarga besar SMP Muhamadiyah PK dan juga SDIT Nurul Huda Pracimantoro ikut bertakziah. teman-teman terdekat seperjuangan Hilda Firdaus juga ikut menunggu sampai pemakaman selesai.
Foto: Pak Dwi Doc

Bupati Wonogiri Joko Sutopo Ikut Berbela Sungkawa

Camat Pracimantoro, Warsito bersama dengan Kapolsek Pracimantoro AKP Dwi Krisyanto, SH, MM, Kanit Sabhara Ipda Syam Hadi, Kanit Reskrim Ipda Purwanto, KSPKT III Aiptu Sugeng, Kanit Provos Aipda Joko Susilo dan Bhabinkamtibmas Brigadir Agung Prihandoko, SH. Melayat ke rumah duka, sampai proses pemakaman.

Berikut Gambar Karangan Bunga yang diperuntukkan bagi Jenazah yang di Anggap Pahlawan Di hari Pahlawan kali ini. 

BBM Teman Hilda

Wonogiri, Jimbar - berduka. Karena, salah satu sisiwinya yang bernama Hilda Firdaus (14) Kelas VIII SMP Muhamadiyah PK, meninggal dunia sesaat setelah pingsan mengikuti upacara hari Pahlawan yang berlangsung di lapangan sepakbola Pracimantoro, Wonogiri, Jumat (10/11). 
Instagram : Hilda Firdaus

Siswi tersebut merupakan Alumni Dari SDIT Nurul Huda Pracimantoro yang kini sudah duduk di bangku SMP kelas 2/ 8. tak disangka - sangka Umur masih belia dan masih menginjak dewasa malah pergi meninggalkan orang tuanya. kematian bisa datang secara tiba tiba tanpa terduga.
Allah Ta’ala berfirman,


وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al A’raf: 34)

Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora melalui Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Haryanto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dijelaskan, pada hari Jumat Tanggal 10 Nopember 2017 pukul 08.30, korban mengikuti upacara Hari Pahlawan di Lapangan Sepak Bola Pracimantoro.

Kronologis Sebelum Hilda Firdaus meninggal.

berikut penuturan dari salah seorang Guru Hilda Firdaus yang kami konfirmasi sebab sebab meninggalnya Hilda Firdaus. 

‘’Saat upacara Belum dimulai tiba-tiba korban mengeluh jika kepalanya sakit seperti akan pecah. padahal tak biasanya Hilda itu mengalami seperti ini ketika akan upacara dan belom pernah mengalami seperti ini.  "Tutur Ustadz Guru Hilda" Mendapat keluhan seperti itu Guru Pendamping menyuruh korban untuk beristirahat, tetapi saat istirahat tiba-tiba denyut nadi korban melemah. Mengetahui hal itu korban dimasukan ambulance untuk dibawa ke Rawat Inap Puskesmas Tubokarto. Saat di perjalanan korban sempat tidak benafas dan akhirnya dibantu dengan alat pacu. Sesampai di Rawat Inap Korban sudah dinyatakan Meninggal Dunia oleh dokter yang menangani tersebut,’’ kata Haryanto sembari menambahkan, menurut dokter medis korban mengalami pendarahan di otak yang mengakibatkan pembuluh darah pecah.. Inna Lillahi Wainna Ilaih Roji'un. 

Jenazah anak pertama pasangan Suyono dan Suprianti warga Dusun Josari Desa Jimbar Kecamatan Pracimantoro, tersebut kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. jenazah sampai di desa Jimbar pada jam sekitar 9-10 siang. yang kemudian dimandikan oleh keluarganya, dan pemakamannya sekitar jam 14:00 siang. banyak yang melayat terutama keluarga besar SMP Muhamadiyah PK dan juga SDIT Nurul Huda Pracimantoro ikut bertakziah. teman-teman terdekat seperjuangan Hilda Firdaus juga ikut menunggu sampai pemakaman selesai.
Foto: Pak Dwi Doc

Bupati Wonogiri Joko Sutopo Ikut Berbela Sungkawa

Camat Pracimantoro, Warsito bersama dengan Kapolsek Pracimantoro AKP Dwi Krisyanto, SH, MM, Kanit Sabhara Ipda Syam Hadi, Kanit Reskrim Ipda Purwanto, KSPKT III Aiptu Sugeng, Kanit Provos Aipda Joko Susilo dan Bhabinkamtibmas Brigadir Agung Prihandoko, SH. Melayat ke rumah duka, sampai proses pemakaman.

Berikut Gambar Karangan Bunga yang diperuntukkan bagi Jenazah yang di Anggap Pahlawan Di hari Pahlawan kali ini. 

BBM Teman Hilda

Wonogiri, Jimbar - berduka. Karena, salah satu sisiwinya yang bernama Hilda Firdaus (14) Kelas VIII SMP Muhamadiyah PK, meninggal dunia sesaat setelah pingsan mengikuti upacara hari Pahlawan yang berlangsung di lapangan sepakbola Pracimantoro, Wonogiri, Jumat (10/11). 
Instagram : Hilda Firdaus

Siswi tersebut merupakan Alumni Dari SDIT Nurul Huda Pracimantoro yang kini sudah duduk di bangku SMP kelas 2/ 8. tak disangka - sangka Umur masih belia dan masih menginjak dewasa malah pergi meninggalkan orang tuanya. kematian bisa datang secara tiba tiba tanpa terduga.
Allah Ta’ala berfirman,


وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al A’raf: 34)

Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora melalui Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Haryanto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dijelaskan, pada hari Jumat Tanggal 10 Nopember 2017 pukul 08.30, korban mengikuti upacara Hari Pahlawan di Lapangan Sepak Bola Pracimantoro.

Kronologis Sebelum Hilda Firdaus meninggal.

berikut penuturan dari salah seorang Guru Hilda Firdaus yang kami konfirmasi sebab sebab meninggalnya Hilda Firdaus. 

‘’Saat upacara Belum dimulai tiba-tiba korban mengeluh jika kepalanya sakit seperti akan pecah. padahal tak biasanya Hilda itu mengalami seperti ini ketika akan upacara dan belom pernah mengalami seperti ini.  "Tutur Ustadz Guru Hilda" Mendapat keluhan seperti itu Guru Pendamping menyuruh korban untuk beristirahat, tetapi saat istirahat tiba-tiba denyut nadi korban melemah. Mengetahui hal itu korban dimasukan ambulance untuk dibawa ke Rawat Inap Puskesmas Tubokarto. Saat di perjalanan korban sempat tidak benafas dan akhirnya dibantu dengan alat pacu. Sesampai di Rawat Inap Korban sudah dinyatakan Meninggal Dunia oleh dokter yang menangani tersebut,’’ kata Haryanto sembari menambahkan, menurut dokter medis korban mengalami pendarahan di otak yang mengakibatkan pembuluh darah pecah.. Inna Lillahi Wainna Ilaih Roji'un. 

Jenazah anak pertama pasangan Suyono dan Suprianti warga Dusun Josari Desa Jimbar Kecamatan Pracimantoro, tersebut kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. jenazah sampai di desa Jimbar pada jam sekitar 9-10 siang. yang kemudian dimandikan oleh keluarganya, dan pemakamannya sekitar jam 14:00 siang. banyak yang melayat terutama keluarga besar SMP Muhamadiyah PK dan juga SDIT Nurul Huda Pracimantoro ikut bertakziah. teman-teman terdekat seperjuangan Hilda Firdaus juga ikut menunggu sampai pemakaman selesai.
Foto: Pak Dwi Doc

Bupati Wonogiri Joko Sutopo Ikut Berbela Sungkawa

Camat Pracimantoro, Warsito bersama dengan Kapolsek Pracimantoro AKP Dwi Krisyanto, SH, MM, Kanit Sabhara Ipda Syam Hadi, Kanit Reskrim Ipda Purwanto, KSPKT III Aiptu Sugeng, Kanit Provos Aipda Joko Susilo dan Bhabinkamtibmas Brigadir Agung Prihandoko, SH. Melayat ke rumah duka, sampai proses pemakaman.

Berikut Gambar Karangan Bunga yang diperuntukkan bagi Jenazah yang di Anggap Pahlawan Di hari Pahlawan kali ini. 

BBM Teman Hilda